JANGAN TANTANG GUE

Iya, jangan pernah tantang gue. Seperti yang dilakukan temen gue sekitar 15 menit yang lalu lewat ym-nya. Menurut dia, selalu ada waktu untuk bisa menulis. Sementara gue selalu merasa kalo gue ga punya waktu. Tapi karena dia nyerocos terus bahwa waktu itu ada, gue merasa tertantang!

Now, its ur turn Di. Dialah Didi, temen super kecil gue sejak dibangku kuliah. Ga satu jurusan juga sih, dia anak Sastra Jawa UI. Trus ketemu dimana? Kebetulan aja, gue liat dia lagi menjajakan permen lolypop untuk cari dana kampus. Hahahaha. Yang ini gue bohong besar. Gue kenal orang ini saat menjadi panitia SPMB  (gue ga tau sekarang namanya apa ya).

Satu hal yang paling melekat di ketek gue tentang dia adalah, bahasa enggrisnya yang cadaaas. Ah, kalo aja dia tau gue memuji, pasti dia akan menari-nari ala balerina jaipongan. Gue juga ga ngerti, dimana hubungannya antara mata kuliah dia yang Sastra Jawa itu ama kejagoan dia menggunakan bahasa para bule itu. Sungguh, seperti keajaiban dunia ke-8.

Selain bahasa bulenya yg poool, dia tergolong manusia problem solving, i think. Walau, kadang dia sendiri mungkin tak bisa menjalankannya. hahahaha. Well, masih manusiawi toh. Terjadi juga ama gue. Ketawa ketiwi saat membahas topik apapun juga sering banget terjadi antara gue dan dia. Ngobrolnya sih jaraang, tapi maksud gue saat punya kesempatan ngobrol, ujung-ujungnya pasti cekakak, cekikik. Nge-bedon-bedonin satu sama lain. Untuk gue, temen yang model begini sangat menghibur. Terutama di saat elo udah ada di garis kritis ke-setresan. Yang mau kenalan, hubungi gue.

Satu hal lagi, dia akhirnya bisa masuk ke dunia jurnalis, walau bukan dunia jurnalis murni (ups, bener ga istilah gue ini). Dunia yang ampe saat ini belum bisa-bisa gue arungi. Damn lo, Di. Someday, Di… Kalo Tuhan Berkehendak, semoga gue dijinkan mencoba dunia itu. Dan someday Di, gue akan jadi saingan terberat elo. Hehe.. Mimpi boleh dong, karena semua yang ada di tangan berawal dari seupil mimpi.

You go girl (kaya lagu boyband yak??). Sekarang kita lagi jalanin skenario masing-masing, tapi ga ada yang tau apa yang terjadi besok. Seperti juga gue ga pernah  nyangka bisa ketemu lo lagi di kantin Mitra beberapa bulan yang lalu.

Semangat! Harus sukses! Dan buat yang lain mau menantang gue, silahkan menghubungi hansip terdekat. Ada waiting list-nya di situ.

*Dibuat di tengah-tengah pekerjaan gue yang menumpuk, dalam tempo hanya 15 menit aja! Puaas looo, Di??

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.